Postingan

Ilmuwan China Berhasil Ungkap Misteri Foto Rumah di Bulan Yang Diambil Oleh Penjelajah Yutu 2, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Para ilmuwan China akhirnya berhasil mengungkap misteri foto rumah di bulan yang diambil penjelajah Yutu 2 pada Desember 2021 lalu. Ternyata 'rumah' tersebut merupakan batu bulan yang berbentuk kelinci. Dikutip dari Live Science, Senin (10/1/2022), Tim Yutu 2 yang memeriksa objek tersebut lebih dekat pada Jumat 7 Januari 2022 untuk memastikannya. Objek kubus itu ketika didekati ternyata batu berbentuk kelinci yang dinamakan sebagai 'Jade Bunny' atau giok kelinci. Objek tersebut pertama kali samar-samar terlihat pada bidang pandang kamera Yutu 2 pada bulan Desember. Karena objek itu tampak simetris tidak beraturan, dengan bagian atas datar yang aneh, para peneliti Badan Antariksa Nasional China, Our Space, bercanda bahwa itu mungkin rumah alien. Setelah melintasi jarak selama sebulan dari tempat aslinya, penjelajah itu telah mengirim gambar dari jarak dekatnya kembali ke Bumi. Ternyata batu bulan itu jauh lebih kecil daripada yang terlihat dari j...

Stasiun Penelitian Ilmiah Belgia di Antartika Diserang COVID-19

Jakarta - Stasiun penelitian ilmiah Belgia di Antartika diserang wabah COVID-19 kendati seluruh ilmuwan sudah divaksinasi. Dari 25 staf dan ilmuwan yang bekerja di stasiun tersebut, sebagian besar di antaranya dinyatakan positif dan dikarantina. Sejak 14 Desember 2021, setidaknya 16 pekerja di Stasiun Kutub Princess Elisabeth telah terjangkit virus tersebut. Para pejabat mengatakan kasus tetap ringan sejauh ini. "Situasinya tidak dramatis," Joseph Cheek, seorang manajer proyek untuk International Polar Foundation, mengatakan kepada BBC, Minggu (2/1/2022). Cheek mengatakan, meskipun merepotkan karena harus mengkarantina anggota staf tertentu yang tertular virus, itu tidak secara signifikan memengaruhi pekerjaan di stasiun secara keseluruhan. Seluruh staf dan ilmuwan di stasiun penelitian itu ditawari kesempatan untuk berangkat pulang dengan penerbangan terjadwal pada 12 Januari 2021. "Namun, mereka semua menyatakan keinginannya untuk tinggal dan melanjutkan...

Para Arkeolog Temukan Kuburan Bayi Tertua di Eropa yang Berusia 10.000 Tahun

Jakarta -  Setelah mempelajari sebuah gua di Liguria, Italia, arkeolog telah menemukan kuburan bayi tertua dan paling awal di Eropa. Bayi yang dijuluki Neve ini berusia 40 hingga 50 hari ketika ia meninggal sekitar 10.000 tahun yang lalu. Saat ditemukan, jenazah anak itu dibungkus dengan kain kafan yang dihiasi lebih dari 60 manik-manik dan empat liontin, yang semuanya terbuat dari cangkang. Sebuah cakar burung hantu yang diprediksi merupakan hadiah juga ditemukan di dekatnya, menurut laporan Smithsonian. Temuan yang terbit pada jurnal Scientific Reports itu mengatakan, barang-barang yang dikubur di sampingnya mencerminkan perlakuan bayi sebagai manusia, merupakan budaya pemburu-pengumpul Mesolitikum awal. Temuan ini menunjukkan bahwa peradaban masa itu sudah mengenal ikatan emosional antarmanusia yang signifikan. Peneliti mungkin sudah biasa menemukan pemakaman orang dewasa yang berusia lebih dari 14.000 tahun. Lain halnya dengan orang dewasa, penemuan tulang bayi dari zaman ini ...

Peneliti Asal Swiss Membuat Mesin Bunuh Diri, yang Bisa di Kendalikan Hanya Lewat Kedipan Mata

Jakarta -  Para peneliti di Swiss sukses membuat mesin bunuh diri yang tampak seperti kapsul berbentuk peti mati. Uniknya, mesin ini legal secara hukum di Swiss. Disebut Sarco Suicide Pod , dapat dikendalikan lewat kedipan mata saat orang itu masuk ke dalam kapsul. Mesin bekerja dengan cara mengurangi tingkat oksigen di dalam kapsul hingga di bawah tingkat kritis. Prosesnya memakan waktu kurang dari satu menit dan kematian terjadi melalui hipoksia atau hipokapnia. Artinya, orang yang berniat bunuh diri menggunakan Sarco Device tidak akan merasakan rasa sakit. Untuk bisa menggunakan mesin ini, seseorang harus memenuhi syarat terlebih dahulu. Orang yang ingin bunuh diri diwajibkan mengisi survei online untuk membuktikan apakah mereka membuat keputusan atas kemauannya sendiri. Jika lolos, mereka akan diberi tahu lokasi kapsul dan diberi kode akses. Ketika sudah berada di dalam kapsul, orang yang berniat mengakhiri hidupnya mesti menjawab pertanyaan yang sebelumnya sudah direkam dan me...

Asteroid Rp 68 Triliun Sebesar Lapangan Bola Akan Mendekati Bumi, Kenapa Mahal ?

Jakarta -  NASA mengonfirmasi adanya planet yang akan masuk ke orbit Bumi dalam waktu dekat. Asteroid atau batu luar angkasa bernama 4660 Nereus tersebut memiliki panjang 330 meter dan segera menembus orbit bumi dengan kecepatan 23.700 km per jam. Nama Nereus diambil dari nama dewa laut Yunani. Mengutip Live Scientific study, planet ini akan masuk orbit dan melewati Bumi pada Sabtu (11/12) dengan jarak 3,86 juta kilometer. Jarak tersebut mungkin menurut kita terdengar begitu jauh. Namun sebaliknya, menurut standar kosmik, kecepatan asteroid dan jarak tempuhnya tersebut sudah masuk dalam kategori objek dekat Bumi. NASA menjuluki setiap objek luar angkasa yang berada dalam jarak 193 juta kilometer dari Bumi dengan nama "objek dekat Bumi." Objek yang bergerak cepat dalam jarak 7,5 juta kilometer dianggap "berpotensi berbahaya." Setelah dilakukan pengukuran, biasanya para astronom akan memprediksi apakah benda tersebut akan tertarik gravitasi jatuh ke permukaan Bumi. N...

NASA Peringatkan Astreoid Sebesar Lapangan Bola Akan Masuki Orbit Bumi, Berpotensi Bahaya

Jakarta - NASA memperingatkan planet raksasa sebesar lapangan sepak bola akan memasuki orbit bumi pada 11 Desember 2021. NASA memasukan planet ini dalam kategori berbahaya mengingat jaraknya yang hanya 7,4 kilometer dari bumi. Dikutip dari news Australia, Rabu (1/12/2021), NASA mengatakan kalau Planet 4660 Nereus panjangnya lebih dari 330 meter dan akan berada dalam jarak 7,4 juta kilometer dari Bumi. "Itu menempatkannya dalam kategori berpotensi berbahaya,"kata NASA. Jika planet itu tidak melenceng dari jalurnya, Nereus akan melesat melewati bumi dengan kecepatan 23.657 kilometer per jam. NASA memperkirakan batu ruang angkasa itu akan berada sejauh 3,9 juta kilometer dari bumi. "Itu sekitar 10 kali jarak antara Bumi dan Bulan. Memang asteroid itu tampak cukup jauh tetapi sebenarnya dekat dengan planet dekat Bumi,"kata NASA. Karena NASA menganggap apa pun yang lewat dalam jarak 19,3 juta kilometer dari Bumi sebagai Objek Dekat Bumi (NEO). NASA te...

NASA Menunda Peluncuran Teleskop Luang Angkasa James Webb, Karena Temukan Insiden

Jakarta - Peluncuran Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) yang semula dijadwalkan dikirim ke orbit pada 18 Desember, kembali diundur menjadi 22 Desember 2021. Ilmuwan yang sedang melakukan perakitan menemukan insiden yang dikhawatirkan bisa membuat kejutan mekanis sehingga mengurangi sensitifitas sensor teleskop. Dikutip dari BBC, Rabu (24/11/2021), Sebuah pernyataan badan antariksa AS mengatakan sebuah "insiden" terjadi selama persiapan peluncuran yang mungkin menyebabkan getaran tiba-tiba di observatorium. Akibat indisden itu, NASA menunda tanggal pasti untuk mengirim teleskop itu ke orbit. JWST adalah teleskop canggih penerus teleskop veteran Hubble senilai USD10 miliar. Teleskop ini telah dirancang untuk melihat lebih dalam ke Semesta daripada Hubble. Para ilmuwan juga berharap untuk menggunakan kemampuannya yang lebih maju untuk mempelajari atmosfer planet-planet yang jauh dengan harapan bahwa tanda-tanda kehidupan dapat dideteksi. Webb saat ini bera...

Sebanyak 5,500 Koin Perak Zaman Romawi Ditemukan Terkubur di Tepi Sungai Augsbur, Jerman

Jakarta - Lebih dari 5.500 koin perak zaman Kekaisaran Romawi ditemukan terkubur di tepi sungai di Augsburg, Jerman. Para arkeolog memperkirakan koin perak ini sudah berusia sekitar 1.800 tahun. "Koin-koin ini adalah denarii, denominasi perak standar selama awal abad ke-3 Masehi,"kata Stefan Krmnicek, seorang profesor numismatik kuno (studi tentang koin) di Universitas Tübingen, Jerman, kepada Live Scientific research, Jumat (19/11/2021). Para arkeolog menemukan timbunan koin ini pada awal tahun di dasar sungai tua. Meskipun koin-koin itu berserakan di lubang yang baru digali, kemungkinan di tempat itu bukan penyimpanan atau penimbunan koin. "Tempat penyimpanan (koin) mungkin hanyut terbawa banjir Sungai Wertach berabad-abad lalu. Kemudian koinnya berhamburan di dasar sungai,"kata Krmnicek. Krmnicek menuturkan, setelah membersihkan koin dan meneliti jenis logamnya diperkirakan berasal dari awal abad ke-3 Masehi. Lokasi penemuan diperkirakan di luar ...

Para Ilmuwan Perkirakan Banyak Oksigen di Bulan Yang Terperangkap di Dalam Regolith

Jakarta - NASA memang menunda pengiriman manusia ke Bulan menjadi 2025, namun hal itu tak mengurungkan niat untuk mengeksplorasi kemungkinan kehidupan di planet tersebut. Karena berdasarkan penelitian, ternyata kandungan oksigen di bulan bisa menopang kehidupan bagi 8 miliar orang selama 100 ribu tahun. Dikutip dari Scientific Alert, Kamis (11/11/2021), pada Oktober 2021, Badan Antariksa Australia dan NASA menandatangani kesepakatan untuk mengirim rover buatan Australia ke Bulan di bawah program Artemis. Rover ini untuk mengumpulkan batuan bulan yang mengandung oksigen. Dosen Ilmu Tanah, Southern Cross College, John Give mengatakan, para ilmuwan memperkirakan sebenarnya ada banyak oksigen di Bulan yang terperangkap di dalam regolith-- lapisan batu dan debu halus yang menutupi permukaan Bulan. Jika mampu mengekstrak oksigen dari regolith, itu bisa untuk mendukung kehidupan manusia di Bulan. Mineral seperti silika, aluminium, dan besi dan magnesium oksida mendominasi p...

Para Arkeolog Mengungkap Misteri Kota Hantu Utah, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Para arkeolog yang melakukan penggalian di kota hantu Utah telah mendapatkan temuan langka sebuah rumah milik pekerja China abad ke-19 di jalur kereta api lintas benua itu. Rumah tersebut kini hanya lapisan papan lantai yang berserakan dengan artefak seperti koin dan periuk China. Ini adalah rumah China pertama yang sepenuhnya digali di jalur kereta api lintas benua. Dikutip dari Live Science, Sabtu (6/11/2021), lebih dari 11.000 imigran China membantu membangun jalur kereta api, yang menghubungkan jalur Timur di Iowa ke Teluk San Francisco. "Para pekerja ini tidak memiliki dokumen sejarah dari akhir 1800-an,"kata Christopher Merritt, petugas pelestarian sejarah negara bagian dengan Divisi Sejarah Negara Bagian Utah. Karena itu kehadiran Chinatown di wilayah tersebut tidak ada di peta Terrrace mana pun. "Temuan ini memberi kami pandangan menarik mengenai kehidupan mereka,"katanya. Kota Hantu Balcony berada di barat laut Utah dengan pemban...

Apakah Badai Matahari? Bagaimana Penyebab Terjadinya Dan Apa Dampaknya Terhadap Manusia? Berikut Selengkapnya

Jakarta - Badai Matahari adalah peristiwa peningkatan radiasi secara mendadak di Matahari. Peristiwa ini berupa ledakan dengan skala yang besar karena ukuran Matahari yang juga besar. Peristiwa yang terjadi pada ledakan Matahari dapat berbeda-beda. Salah satu peristiwanya disebut sebagai flare. Flare adalah ledakan di daerah aktif Matahari yang ditandai dengan peningkatan cahaya di bagian tertentu Matahari, seolah tiba-tiba langit menjadi lebih terang dengan sangat cepat. Mengenai peristiwa badai Matahari, dilansir dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), berikut adalah fakta tentang badai Matahari: Penyebab badai Matahari Badai Matahari merupakan suatu fenomena pelepasan energi di atmosfer Matahari yang berkaitan dengan medan magnet itu sendiri. Penyebab badai Matahari adalah pergerakan plasma atau dinamika yang bergerak di dalam dan di permukaan Matahari. Pengaruh badai Matahari pada kehidupan manusia Dalam kaitannya dengan kehidupan manusia, badai Matahari ...

Penemuan Jejak Kehidupan Pertama Kali Yang Ditemukan Ilmuwan Pada Batu Ruby

Jakarta - Sebuah batu rubi yang terbentuk di kerak bumi 2,5 miliar tahun lalu menyimpan bukti awal kehidupan . Ahli geologi telah mengidentifikasi residu bentuk karbon murni yang disebut grafit terperangkap di dalam batu mulia yang ditemukan di Greenland itu. Menurut peneliti, grafit ini kemungkinan besar berasal dari sisa-sisa mikrooraganisme purba dari waktu sebelum kehidupan multiseluler muncul di Bumi. "Grafit di dalam batu rubi ini benar-benar unik. Ini pertama kalinya kami melihat bukti kehidupan purba di batuan tersebut,"kata Chris Yakymchuk, ahli geologi dari University of Waterloo di Kanada. Yakymchuk juga menyebut kehadiran grafit juga bisa memberi lebih banyak petunjuk untuk menentukan bagaimana batu rubi terbentuk di Bumi. Mengutip Scientific Research Alert, Minggu (24/10/2021) rubi merupakan berbagai mineral korundum atau bentuk kristal dari alumunium oksida. Batu terbentuk di bawah panas dan tekanan yang kuat di batas tektonik Bumi, di mana subdu...

Berikut Ini Penjelasan Menurut Ilmuwan, Mengenai Kebiasaan Menggemertakan Gigi Saat Tidur

Jakarta - Banyak orang memiliki kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur Hal itu tentunya sangatlah menganggu bagi orang lain yang mendengar karena suaranya cukup berisik. Misteri tubuh manusia kali ini akan membahas mengenai penyebab kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur. Menggemeretakkan gigi dalam dunia medis biasa disebut dengan bruxism. Bruxism adalah suatu kondisi di mana seseorang kerap menggertakkan gigi secara tidak sadar, baik saat terjaga (conscious bruxism) maupun saat sedang tidur (sleep bruxism). Orang yang sering mengatupkan atau menggemeretakkan gigi (brux) saat tidur lebih berisiko mengalami gangguan tidur seperti mendengkur, hingga sleep apnea (berhenti bernapas beberapa kali selama 10 detik saat tidur). Pada kondisi bruxism ringan mungkin tidak diperlukan pengobatan. Namun, bruxism bisa sering terjadi, dan cukup parah hingga menyebabkan gangguan di rahang, sakit kepala, gigi rusak, serta masalah kesehatan lainnya. Penyebab menggemeretakkan gigi ...

Apakah Temper Tantrum Itu? Bagaimana Cara Mengatasinya Pada Anak? Berikut Penjelasan Dari Ahli

Jakarta - Temper tantrum pada anak adalah episode perilaku ekstrem, tidak menyenangkan, dan terkadang agresif sebagai bentuk frustasi atau kemarahan. Biasanya perilaku yang diwujudkan dalam ledakan kemarahan ini tidak proporsional dengan situasi yang sedang berlangsung, dan umumnya berlangsung singkat.  Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Anak dan Pediatri Sosial RS Pondok Indah dr. Catharine Mayung Sambo Sp. A (K) mengatakan, ciri tantrum pada anak bermacam-macam. Beberapa di antaranya menangis, menjerit/berteriak-teriak, "mogok" tidak mau bergerak, kaku, lemas, memukul, menendang, berguling-guling, melempar benda-benda, menahan napas, mendorong, ataupun menggigit. "Pada balita, temper tantrum setiap hari 1-2 kali dalam sehari masih umum terjadi, biasanya tidak berlangsung lama," ujar dr. Catharine pada Wartawan "Penyebab paling umum temper tantrum pada anak biasanya terkait dengan hal-hal fisiologis, misalnya kelelahan, lapar, atau s...

Penemuan Jejak Kaki Berusia 23,000 Tahun di Amerika, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Temuan terbaru berupa jejak manusia prasejarah berusia 23.000-21.000 tahun telah mematahkan perkiraan sebelumnya mengenai keberadaan manusia pertama di Amerika. Topik mengenai kapan pertama kali manusia menapakkan kaki di Amerika dari Asia telah menjadi kontroversi selama beberapa dekade. Banyak ilmuwan ragu dengan bukti keberadaan manusia pertama yang mencapai pedalaman Amerika Utara lebih dari 16.000 tahun lalu. Sekarang, sebuah tim yang bekerja di New Meksiko telah menemukan sejumlah jejak kaki manusia yang diperkirakan berusia antara 23.000-21.000 tahun. Temuan ini bisa mengubah pandangan mengenai kapan benua Amerika pertama kali diduduki manusia. Temuan ini juga menunjukkan kemungkinan migrasi besar yang tidak kita ketahui. Dan ini mendorong kemungkinan populasi awal ini telah punah. Jejak kaki terbentuk di dalam lumpur lunak di pinggiran danau dangkal yang sekarang menjadi bagian dari danau kering Alkali Flat di Taman Nasional White Sands. Tim dari Survei...

Hati-hati Ada 3 Riset Terbaru Virus Covid-19, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Artikel berikut ini adalah tiga ringkasan dari beberapa penelitian terbaru Covid-19. Mulai dari Covid-19 parah yang dapat memicu kondisi autoimun hingga temuan varian baru yang menyebabkan lebih banyak virus di udara. Untuk diketahui, penelitian berikut masih memerlukan studi lebih lanjut untuk menguatkan temuan dan yang belum disertifikasi oleh peer testimonial. Berikut rangkuman 3 penelitian terbaru, dilansir dari Reuters, Rabu (22/9/2021). Rangkuman riset Covid-19 terbaru Covid-19 yang parah dapat memicu kondisi autoimun Temuan baru menunjukkan, kondisi Covid-19 yang parah dapat mengelabui sistem kekebalan untuk memproduksi apa yang disebut autoantibodi yang berpotensi menyerang jaringan sehat dan menyebabkan penyakit inflamasi. Hal ini ditulis peneliti dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Nature Communications. Mereka menemukan autoantibodi dalam sampel darah dari sekitar 50 persen dari 147 pasien Covid-19 yang mereka pelajari, dan kurang dari 15 persen ...

Mengetahui Tulang Kering Dan Fungsinya

Jakarta - Tulang kering atau tibia adalah tulang panjang utama di kaki bagian bawah. Rata-rata panjang tulang kering adalah sekitar 36 cm. Tulang kering termasuk tulang anggota gerak bagian bawah. Selain tulang kering, tulang anggota gerak bagian bawah ini mencakup tulang tempurung lutut, tulang betis, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki, dan tulang jari kaki. Pada individu yang sehat, patah tulang kering adalah cedera paling umum yang mempengaruhi tulang ini. Selengkapnya, dilansir dari Verywell Wellness, berikut adalah anatomi, fungsi, dan gangguan pada tulang kering   Anatomi tulang kering Tulang kering menanggung sebagian besar berat di antara lutut dan pergelangan kaki. Side (sisi luar) tulang kering adalah fibula, yakni tulang panjang yang lebih kecil yang memberikan stabilitas dan membantu rotasi pergelangan kaki. Tulang panjang seperti tulang kering mengandung sumsum tulang di dalam rongga sepanjang tulang. Ujung tulang kering memiliki tulang spons ya...

Seorang Pria Ini Mampu Membaca Cepat Dan Ingatan Yang Luar Biasa

Jakarta - Seorang pria asal Nepal bernama Bijay Shahi viral di jagat media sosial Indonesia baru-baru ini. Cuplikan video clip di Instagram yang menampilkan dirinya baca buku secepat kilat sukses bikin warganet kagum. Pada Rabu (8/9), sebuah akun dengan username @viralrepost. id mengunggah video Shahi membaca cepat di suatu acara talkshow. Berdasarkan pantauan kumparan, cuplikan rekaman ini berasal dari video clip YouTube yang diunggah channel Prime Times HD, sebuah saluran TELEVISION lokal di Nepal, pada 19 Juli 2020 lalu. Posting-an @viralrepost. id tersebut langsung viral dengan catatan lebih dari 62 ribu views pada Kamis (9/9) siang. Video tersebut menampilkan caption yang menyebut bahwa Shahi merupakan "manusia dengan skill baca tercepat." Dalam rekaman, Shahi memang terlihat membaca dengan kecepatan super: Suaranya enggak bisa dipahami secara jelas, dengan gestur grasah-grusuh yang diiringi bantuan speaker menuangkan air agar ia dapat membalik halaman lebi...

Waspadai Tanda Hitam Dileher Anda, Bisa Jadi Itu Bukan Daki Melainkan Tanda Penyakit, Berikut Penjelasannya

Jakarta - Pernahkah kamu melihat orang dengan kulit berkerak kehitaman di belakang lehernya? Kebanyakan orang mengira hal tersebut merupakan daki. Namun, ternyata tak semua location kehitaman di kulit disebabkan oleh daki. Salah satu penjelasan kulit kehitaman di leher yang kamu lihat itu adalah acanthosis nigricans. Ini merupakan kelainan kulit yang umum ditemukan pada orang obesitas dan pengidap diabetes.  Menurut studi kepustakaan dari peneliti Fakultas Kedokteran UGM, Kartika Kemala dan Retno Danarti, acanthosis nigricans merupakan kelainan kulit yang secara klinis ditandai oleh adanya patch atau plak berwarna coklat, abu-abu sampai hitam, disertai dengan struktur seperti beludru. Hingga saat ini, prevalensi kasus acanthosis nigricans masih belum dapat diketahui secara pasti. Meski demikian, "prevalensi acanthosis nigricans dilaporkan meningkat secara paralel dengan peningkatan obesitas, berhubungan dengan resistensi insulin dan diabetes melitus,"kata Kemal...

Apakah Covid-22 Itu? Apakaha Akan Lebih Ganas Dan Mematikan? Berikut Penjelasannya

Jakarta - Istilah Covid-22 ramai di sosial media seperti Twitter. Sebenarnya apa ini, apakah masih termasuk dalam kelompok Covid-19? Seperti kita tahu, Covid-19 merujuk pada penyakit yang disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2. Angka "19" di akhir kata Covid merujuk pada tahun infection itu terdeteksi untuk pertama kalinya, Desember 2019. Sementara itu, virus corona terus bermutasi menghasilkan begitu banyak varian. Dengan kata lain, tidak ada istilah Covid-20 atau Covid-21 karena semua varian yang muncul selama pandemi berasal dari garis keturunan atau keluarga yang sama dengan SARS-CoV-2. Varian Alpha, Beta, Delta, Gamma, Lambda, dan varian lainnya yang masuk dalam variation of worry atau variant of passion WHO, semuanya berasal dari mutasi progresif pada materi genetik SARS-CoV-2 asli. Untuk diketahui, version of worry atau varian yang diwaspadai merupakan kategori yang diberikan pada varian virus corona yang lebih menular, menyebabkan penyakit lebih parah,...