Penemuan Jejak Kehidupan Pertama Kali Yang Ditemukan Ilmuwan Pada Batu Ruby
Jakarta - Sebuah batu rubi yang terbentuk di kerak bumi 2,5 miliar tahun lalu menyimpan bukti awal kehidupan. Ahli geologi telah mengidentifikasi residu bentuk karbon murni yang disebut grafit terperangkap di dalam batu mulia yang ditemukan di Greenland itu.
Menurut peneliti, grafit ini
kemungkinan besar berasal dari sisa-sisa mikrooraganisme purba dari
waktu sebelum kehidupan multiseluler muncul di Bumi.
"Grafit di dalam batu rubi ini benar-benar unik. Ini pertama kalinya
kami melihat bukti kehidupan purba di batuan tersebut,"kata Chris
Yakymchuk, ahli geologi dari University of Waterloo di Kanada.
Yakymchuk
juga menyebut kehadiran grafit juga bisa memberi lebih banyak petunjuk
untuk menentukan bagaimana batu rubi terbentuk di Bumi. Mengutip
Scientific Research Alert, Minggu (24/10/2021) rubi merupakan berbagai
mineral korundum atau bentuk kristal dari alumunium oksida.
Batu terbentuk di bawah panas dan tekanan yang kuat di batas tektonik
Bumi, di mana subduksi tektonik dan tabrakan menciptakan lingkungan yang
diperlukan. Batu kemudian bercampur dengan unsur langka kromium.
Semakin banyak jumlahnya, maka semakin merah permatanya. Seperti semua
mineral, tingkat kemurnian dan kejernihan rubi juga bervariasi. Proses
pembentukannya juga dapat menyebabkan adanya ketidakmurnian atau
inklusi. Itu mungkin membuat batu kurang cocok untuk perhiasan tapi
dapat digunakan untuk keperluan sains.
Nah, saat sedang mempelajari mineral korundum di Greenland, Yakymchuk
dan timnya justru menemukan ketidakmurnian atau inklusi pada grafit. Grafit tersebut bisa menjadi biomarker yang signifikan, apakah terbentuk
melalui proses kimia (abiotik) atau tidak.
Salah satu caranya untuk mengetahuinya adalah dengan menentukan isotop karbon. Ternyata peneliti menemukan, bahwa grafit dalam rubi mengandung karbon-12 yang berasal dari organik.
Dan berdasarkan peningkatan jumlah karbon-12 dalam grafit, peneliti menyimpulkan bahwa karbon kemungkinan besar berasal dari mikroorganisme mati seperti cyanobacteria.
Peneliti juga sekaligus mengungkap bagaimana batu rubi bisa terbentuk, yakni tak terbentuk di lingkungan yang memiliki terlalu banyak silika. Penelitian ini dipublikasikan di Ore Geology Reviews.
Komentar
Posting Komentar