Para Ilmuwan Perkirakan Banyak Oksigen di Bulan Yang Terperangkap di Dalam Regolith

Jakarta - NASA memang menunda pengiriman manusia ke Bulan menjadi 2025, namun hal itu tak mengurungkan niat untuk mengeksplorasi kemungkinan kehidupan di planet tersebut. Karena berdasarkan penelitian, ternyata kandungan oksigen di bulan bisa menopang kehidupan bagi 8 miliar orang selama 100 ribu tahun.

Dikutip dari Scientific Alert, Kamis (11/11/2021), pada Oktober 2021, Badan Antariksa Australia dan NASA menandatangani kesepakatan untuk mengirim rover buatan Australia ke Bulan di bawah program Artemis. Rover ini untuk mengumpulkan batuan bulan yang mengandung oksigen.

Dosen Ilmu Tanah, Southern Cross College, John Give mengatakan, para ilmuwan memperkirakan sebenarnya ada banyak oksigen di Bulan yang terperangkap di dalam regolith-- lapisan batu dan debu halus yang menutupi permukaan Bulan. Jika mampu mengekstrak oksigen dari regolith, itu bisa untuk mendukung kehidupan manusia di Bulan.

Mineral seperti silika, aluminium, dan besi dan magnesium oksida mendominasi permukaan Bulan. Semua mineral ini mengandung oksigen, tetapi tidak dalam bentuk yang dapat diakses oleh paru-paru manusia.

DiBulan, mineral ini ada dalam beberapa bentuk berbeda termasuk batuan keras, debu, kerikil, dan batu yang menutupi permukaan. Bahan ini dihasilkan dari dampak meteorit yang menabrak permukaan bulan selama ribuan tahun yang tak terhitung jumlahnya.

"Beberapa orang menyebut lapisan permukaan Bulan sebagai "tanah", tetapi sebagai ilmuwan tanah, saya ragu untuk menggunakan istilah ini. Tanah adalah hal yang cukup ajaib yang hanya ada di Bumi,"katanya.

Sedangkan regolith yang ada di bulan adalah batuan keras yang terbentuk selama jutaan tahun. Regolith Bulan terdiri dari sekitar 45 persen oksigen. Tapi oksigen itu terikat erat ke dalam mineral yang disebutkan di atas. Untuk memutuskan ikatan yang kuat itu, manusia perlu mengubahnya.

Dalam hal ini, oksigen yang diproduksi di bulan sebagai produk utama dan aluminium (atau logam lain) yang diekstraksi akan menjadi produk sampingan yang berpotensi berguna.

"Ini adalah proses yang cukup mudah, tetapi sangat butuh energi. Agar berkelanjutan, perlu didukung oleh energi matahari atau sumber energi lain yang tersedia di bulan,"kata Grant.

Menurut perhitungan Give, satu meter kubik regolith bulan rata-rata mengandung 1,4 heap mineral, termasuk sekitar 630 kg oksigen. NASA mengatakan manusia perlu menghirup sekitar 800 gram oksigen sehari untuk bertahan hidup. Jadi 630 kg oksigen akan membuat seseorang tetap hidup selama sekitar dua tahun atau lebih.

Jika diasumsikan kedalaman rata-rata regolith di Bulan adalah sekitar 10 meter dan ilmuwan dapat mengekstrak semua oksigen dari sini. Itu berarti 10 meter teratas permukaan Bulan akan menyediakan oksigen yang cukup untuk mendukung kehidupan 8 miliar orang selama sekitar 100.000 tahun.

"Ini juga akan tergantung pada seberapa efektif kita untuk mengekstrak dan menggunakan oksigen. Terlepas dari itu, angka ini sangat luar biasa!"ujar Give.

Karena itu, lanjut Give, manusia sudah memiliki tanah yang sangat bagus di Bumi. Manusia harus melakukan segala cara untuk bisa melindungi planet biru yang terus mendukung semua kehidupan terestrial tanpa harus berusaha mengekstrak oksigen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NASA Peringatkan Astreoid Sebesar Lapangan Bola Akan Masuki Orbit Bumi, Berpotensi Bahaya

Asteroid Rp 68 Triliun Sebesar Lapangan Bola Akan Mendekati Bumi, Kenapa Mahal ?

Peneliti Asal Swiss Membuat Mesin Bunuh Diri, yang Bisa di Kendalikan Hanya Lewat Kedipan Mata