Para Arkeolog Mengungkap Misteri Kota Hantu Utah, Berikut Selengkapnya
Jakarta - Para arkeolog yang melakukan penggalian di kota hantu Utah telah mendapatkan temuan
langka sebuah rumah milik pekerja China abad ke-19 di jalur kereta api
lintas benua itu.
Rumah tersebut kini hanya lapisan papan lantai yang berserakan dengan
artefak seperti koin dan periuk China. Ini adalah rumah China pertama
yang sepenuhnya digali di jalur kereta api lintas benua.
Dikutip dari Live Science, Sabtu (6/11/2021), lebih dari 11.000 imigran
China membantu membangun jalur kereta api, yang menghubungkan jalur
Timur di Iowa ke Teluk San Francisco. "Para pekerja ini tidak memiliki
dokumen sejarah dari akhir 1800-an,"kata Christopher Merritt, petugas
pelestarian sejarah negara bagian dengan Divisi Sejarah Negara Bagian
Utah.
Karena itu kehadiran Chinatown di wilayah tersebut tidak ada di peta Terrrace mana pun. "Temuan ini memberi kami pandangan menarik mengenai kehidupan mereka,"katanya.
Kota Hantu Balcony berada di barat laut Utah dengan pembangunan rel
kereta api di akhir tahun 1860-an. Itu adalah kota pemeliharaan kereta
api, dihuni oleh 500 orang atau lebih pada puncaknya.
Namun pada tahun 1902, rel kereta api membuka rute cut off dengan
jembatan melintasi Great Salt Lake, yang berarti para pekerja tidak
perlu berkeliling danau atau melewati Terrace sehingga kota tersebut
dilupakan.
Penjarahan dan vandalisme adalah masalah umum, kata Merritt, tetapi
artefak tersebut mewakili kapsul waktu kota yang berkembang pesat
sehingga para arkeolog negara bagian sangat ingin mempelajari dan
melindungi situs tersebut.
Bekerja sama dengan Asosiasi Keturunan Pekerja Kereta Api China yang
berbasis di Utah, tim arkeologi melakukan dua penggalian di situs
tersebut.
Para arkeolog mengumpulkan 10.000 hingga 20.000 item yang telah
diawetkan oleh iklim gurun yang kering. Barang-barang ini mengungkapkan
sesuatu yang tidak ada di peta mana pun: lokasi Pecinan Terrace.
Arkeolog menemukan bukti berupa toko yang berada tepat di jalan utama
kota hantu tersebut. Jenis usahanya tidak jelas, tetapi para arkeolog
menemukan stoples arak China, periuk dan porselen di fondasi bangunan.
": Itu mungkin toko kelontong, binatu atau bahkan restoran,"kata
Merritt.
Komentar
Posting Komentar