Seorang Pria Ini Mampu Membaca Cepat Dan Ingatan Yang Luar Biasa

Jakarta - Seorang pria asal Nepal bernama Bijay Shahi viral di jagat media sosial Indonesia baru-baru ini. Cuplikan video clip di Instagram yang menampilkan dirinya baca buku secepat kilat sukses bikin warganet kagum.

Pada Rabu (8/9), sebuah akun dengan username @viralrepost. id mengunggah video Shahi membaca cepat di suatu acara talkshow. Berdasarkan pantauan kumparan, cuplikan rekaman ini berasal dari video clip YouTube yang diunggah channel Prime Times HD, sebuah saluran TELEVISION lokal di Nepal, pada 19 Juli 2020 lalu.

Posting-an @viralrepost. id tersebut langsung viral dengan catatan lebih dari 62 ribu views pada Kamis (9/9) siang. Video tersebut menampilkan caption yang menyebut bahwa Shahi merupakan "manusia dengan skill baca tercepat."

Dalam rekaman, Shahi memang terlihat membaca dengan kecepatan super: Suaranya enggak bisa dipahami secara jelas, dengan gestur grasah-grusuh yang diiringi bantuan speaker menuangkan air agar ia dapat membalik halaman lebih cepat lagi. 

Lantas, bagaimana bisa Shahi membaca cepat seperti itu?

Bijay Shahi: Raja memori palsu di Nepal

Bijay Shahi sebenarnya adalah sosok yang kontroversial di Nepal. Di sana, ia lebih dikenal sebagai 'Raja Memori' ketimbang kemampuan membaca cepat, seperti yang ada di posting-an viral Instagram.

Menurut catatan BioFamous, situs internet yang mengumpulkan biografi publik figur Nepal, popularitas Shahi mulai mencuat saat pandemi corona. Pada 8 Februari 2020, ia sukses mencatat rekor dunia menghafal 102 kata dalam waktu 30 detik.

Rekor tersebut diberikan oleh Champions Book of Globe Records. Ini adalah organisasi pencatatan rekor dunia yang dijalankan oleh Champions International Academy, sebuah pusat penelitian dan penerbitan populer dari India.

Organisasi pencatat rekor ini berbeda dari Guinness Globe Records, yang dijalankan perusahaan publikasi Jim Pattison Team dari Inggris.

Setelah berhasil mencatat rekor, ketenaran Shahi melonjak. Ia kerap tampil bersama YouTuber dan acara televisi di Nepal. Dia kerap mengeklaim dapat menghafal buku ribuan halaman hanya dalam waktu beberapa menit. Meski demikian, klaimnya tersebut membuat publik di sana jadi skeptis perihal cara Shahi dapat melakukan itu.

Menurut laporan sejumlah media lokal Nepal, Shahi menjelaskan bahwa dirinya telah menemukan formula untuk menghafal lebih baik melalui "26 kode" teknik khusus. (Enggak ada elaborasi lebih lanjut apa maksudnya 26 kode tersebut, namun Shahi membuka kursus pelatihan memori bagi orang yang mau mempelajarinya.).

Shahi sendiri kerap memamerkan keahliannya tersebut lewat acara offline maupun online. Aksi pamer memori ia lakukan dengan membaca beberapa halaman buku dan menuliskan hafalannya di kertas. Nantinya, tulisan itu akan dibandingkan dengan kalimat asli di buku, untuk menentukan apakah ingatannya benar atau tidak.

Selama beraksi menuliskan kembali halaman yang dibaca, Shahi enggak pernah mau menunjukkan teknik menghafalnya di depan orang-orang atau kamera. Perilaku ini bikin warga Nepal mulai curiga bahwa Shahi seorang penipu.

Media lokal DWIT News melaporkan bahwa seorang YouTuber tenar di Nepal bernama Punya Gautam sering menghina Shahi sebagai penipu. Dalam sebuah konferensi pers pada September 2020, Gautam menantang Shahi untuk melakukan uji memori. Ia memilih sebuah buku dan meminta Shahi untuk mengingatnya.

Shahi menolak permintaan tersebut dengan alasan keterbatasan waktu. "Aku butuh tiga sampai empat jam dalam isolasi untuk menggunakan formula itu dan menuliskannya kembali,"kata Shahi.

Pada konferensi pers existed, Shahi hendak mendemonstrasikan kemampuannya. Namun, syaratnya, Shahi cuma mau menghafal buku yang telah dipilih asistennya. Dalam acara tersebut, seorang penonton dilaporkan menemukan salinan kertas yang diduga hendak dipakai Shahi saat uji memori.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NASA Peringatkan Astreoid Sebesar Lapangan Bola Akan Masuki Orbit Bumi, Berpotensi Bahaya

Asteroid Rp 68 Triliun Sebesar Lapangan Bola Akan Mendekati Bumi, Kenapa Mahal ?

Peneliti Asal Swiss Membuat Mesin Bunuh Diri, yang Bisa di Kendalikan Hanya Lewat Kedipan Mata