Si Imut dan Lucu Tetapi Sangat Mematikan, Inilah Kucing Kecil Dari Afrika
Jakarta - Dengan tinggi 20 hingga 25 centimeter, kucing Afrika berkaki hitam ini tampak seperti kucing kampung yang sering kamu jumpai di sekitar rumah. Namun, di balik penampilannya yang lucu dan menggemaskan atau biasa-biasa saja, kucing mungil Afrika ini sebenarnya mematikan, menjadi pembunuh yang mahir dan ganas.
Felis nigripes, demikian nama latin kucing ini, sebenarnya adalah kucing terkecil di Afrika. Mereka memiliki berat rata-rata antara 1 hingga 2 kilogram, sekitar 200 kali lebih ringan dari singa. Namun, jangan terkecoh dengan perawakannya yang kecil, sebab Felis nigripes disebut kucing paling mematikan di antara semua kucing di dunia, menangkap lebih banyak mangsa dalam satu malam daripada yang dilakukan macan tutul.Hewan ini punya ciri-ciri bulu yang lembut dan padat berkisar dari emas kuning kecoklatan sampai pucat, dengan pola tebal bulat coklat tua sampai bintik hitam. Mata besar mereka berwarna kuning atau coklat keabu-abuan. Dagu, dada, perut dan bagian dalam kaki berwarna keputihan, dan bagian belakang telinga berwarna coklat pucat.
Ada dua garis gelap di setiap pipi dan garis hitam di kaki depan serta paha. Ekor pendek, sekitar setengah panjang tubuh, memiliki dua atau tiga cincin hitam. Kucing kaki hitam ini memiliki tengkorak yang lebar dengan telinga besar dan bulat, ini memberikan pendengaran yang lebih baik.
Felis nigripes hanya ditemukan di tiga negara Afrika bagian selatan, yakni Botswana, Namibia, dan Afrika Selatan. Mereka bisa dijumpai di dataran rumput pendek hingga menengah, gurun semak, dan dataran pasir, termasuk Gurun Kalahari dan Karoo.
Selama penelitian di Afrika Selatan, para peneliti menemukan 1.725 mangsa yang dikonsumsi Felis nigripes, di mana jantan mengambil spesies mangsa yang lebih besar. Mereka paling banyak (72 persen) memburu mamalia, diikuti burung kecil, sedangkan invertebrata, amfibi dan reptilia jarang dimakan.
Hebatnya, penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan predasi tingkat keberhasilan menangkap mangsa Felis nigripes adalah 60 persen. Sementara singa hanya sekitar 20 hingga 25 persen. Saat berburu burung terbang, mereka sering melakukan lompatan hingga jarak 2 meter dengan tinggi 1,5 meter.
Seekor kucing kaki hitam kecil dapat memakan 3.000 hewan pengerat setiap tahun. Mereka juga diketahui memakan bangkai domba springbok. Jantan yang lebih besar dapat mengambil kelinci gurun dewasa yang beratnya kurang lebih sama dengan berat tubuh Felis nigripes.
Kucing kaki hitam juga terpantau memakan telur, menghancurkannya dengan lembut di antara rahang, dan kemudian menjilati isinya hingga bersih.
Hewan pengerat kecil seperti tikus bermata besar menjadi makanan yang sangat penting selama musim melahirkan untuk betina yang memiliki banyak anak.
Seekor betina dapat melahirkan satu hingga empat ekor anak dengan usia kehamilan 63 sampai 68 hari. Bayi Felis nigripes punya berat 60-64 gram dan mereka disimpan di dasar lubang sebagai sarang.
Kucing kaki hitam adalah hewan soliter. Kebiasaan mereka beristirahat di sarang rayap membuat ia mendapat julukan 'harimau sarang semut'. Aktivitas nokturnal mereka bervariasi dengan lamanya malam, pergi dan kembali ke sarang dalam waktu 30 menit setelah matahari terbenam dan matahari terbit.
Sementara dalam red list IUCN, condition konservasi Felis nigripes adalah rentan yang berarti ia berisiko tinggi terancam punah di alam phony.
Ini tak lain karena mereka menerima berbagai ancaman dari aktivitas manusia. Gembala ternak yang berlebihan telah mengganggu habitatnya, menyebabkan berkurangnya mangsa di wilayah jelajah kucing kaki hitam.
Orang-orang di sekitar environment kucing ini juga sering memasang jebakan racun untuk membunuh serigala atau caracal (kucing phony Afrika). Serigala yang mati biasanya menjadi santapan Felis nigripes, dan ia juga terancam mati akibat bangkai serigala yang mengandung racun.
Komentar
Posting Komentar